Jejak Digital | Bogor - Pelantikan dan Pengukuhan Komunitas Objek Vital Nasional (KOPVITNAS) Periode 2026–2031. Berlangsungnya acara pelantikan di Lorin Sentul Hotel, Bogor, Selasa (20/5/2026).
Acara dihadiri tokoh nasional dari unsur pertahanan, keamanan, ekonomi, dan pembangunan nasional, serta diikuti pengurus dan anggota KOPVITNAS dari berbagai daerah.
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis memperkuat sinergi nasional guna menjaga dan mengamankan Objek Vital Nasional (Obvitnas) sebagai pilar penting stabilitas negara, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Kegiatan diawali registrasi peserta, pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, dan pemutaran video profil KOPVITNAS.
Ketua KOPVITNAS, Dr. Ir. Imam Supriyadi, M.M. menegaskan, keberadaan Obvitnas sangat penting mendukung pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, sektor strategis seperti pelabuhan, kawasan industri, jaringan listrik, sistem distribusi energi, hingga transportasi nasional merupakan penggerak utama aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
"Ketika objek vital berjalan dengan baik, distribusi logistik menjadi lancar, investasi meningkat, lapangan kerja terbuka, dan produktivitas nasional dapat terus berkembang," ujarnya.
Ia menambahkan, perlindungan Obvitnas harus dipandang sebagai investasi jangka panjang demi menciptakan ketahanan ekonomi nasional yang kuat, dan berkelanjutan.
Pembacaan SK Pelantikan dilakukan Wakil Ketua KOPVITNAS, Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Suyono Thamrin, sebelum prosesi pelantikan dan penandatanganan berita acara dipimpin Ketua Dewan Pengawas KOPVITNAS, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., yang diwakili Mayjen TNI (Purn.) Nugroho Budi Wicaksono.
Perwakilan Ketua Dewan Pengawas menyampaikan, Obvitnas merupakan aset strategi penting bangsa yang menjaga stabilitas negara, keselamatan masyarakat, serta keberlangsungan pembangunan nasional.
Ia menyebut, infrastruktur strategis seperti pembangkit listrik, kilang minyak, pelabuhan, bandara, sistem telekomunikasi, bendungan, hingga pusat data nasional menjadi bagian penting sebagai penopang kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Pengamanan Obvitnas bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara," tegasnya.
Menurutnya, ancaman terhadap objek vital kini semakin kompleks, mulai dari sabotase, aksi terorisme, gangguan siber, hingga bencana alam.
Karena itu pemerintah terus memperkuat sistem pengamanan, koordinasi lintas sektor, dan modernisasi teknologi.
Wakil Ketua KOPVITNAS, Suyono Thamrin menekankan, Obvitnas bertujuan mendukung kehidupan masyarakat secara luas. Fasilitas air bersih, listrik, jaringan komunikasi, rumah sakit, dan transportasi publik memiliki peran vital menentukan kualitas hidup masyarakat.
"Masyarakat perlu memahami, apabila negara gagal melindungi Obvitnas, dampaknya besar terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk terganggunya distribusi energi, layanan komunikasi, hingga munculnya keresahan sosial," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum, mendukung keamanan lingkungan, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan infrastruktur negara.
"Obvitnas bukan sekadar simbol pembangunan, tetapi merupakan jaminan keberlangsungan hidup, keamanan, dan kesejahteraan rakyat Indonesia," katanya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan Obvitnas di tengah tantangan global.
Melalui sinergi nasional yang kuat, Indonesia diyakini mampu mewujudkan sistem perlindungan Obvitnas modern, tangguh, dan berkelanjutan demi mendukung negara aman, maju, dan berdaulat.
Sumber: Humas DPP AKPERSI
Editor: Gurgur Saut.


Social Header