Jejak-digital.my.id | PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Riau berkomitmen menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Nasional (MBG) bagi para pelajar.
Komitmen ini diwujudkan lewat penguatan sinergi lintas sektor untuk menghadapi kendala operasional di lapangan. Salah satunya adalah penangguhan (suspend) sementara pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meski demikianMBG kepada masyarakat tidak akan terganggu.
Perwakilan pemerintah daerah menegaskan seluruh dapur SPPG yang aktif wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Penerapan SOP ini mencakup pemilihan bahan pangan berkualitas, pengolahan yang higienis, serta distribusi tepat waktu demi menjaga keamanan pangan.
Evaluasi menyeluruh dan pembinaan berkala juga terus dilakukan pada dapur SPPG yang belum memenuhi standar. Langkah ini meliputi peningkatan higiene sanitasi, penguatan pengawasan, serta pelatihan bagi pengelola dapur agar layanan berjalan optimal.
Sementara itu, Polda Riau aktif mengawasi dan mengawal distribusi MBG untuk mencegah penyimpangan serta memastikan program berjalan transparan. Pemprov Riau juga membuka ruang koordinasi dengan instansi vertikal, pemerintahan Kabupaten/kita, dan mitra penyedia bahan pangan demi menjaga kelancaran rantai pasok.
Program MBG sendiri berfokus meningkatkan gizi masyarakat, menekan angka stunting, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda. Lewat kerja sama erat dan pengawasan ketat, pemerintah Provinsi Riau optimisme program strategis nasional ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Narasi News
Editor: Gurgur Saut


Social Header